OBESITAS DAN SINDROM METABOLIK
Obesitas adalah faktor risiko utama dan pendorong sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi (tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah) yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2, terutama ditandai dengan lemak perut berlebih (obesitas sentral) yang mengganggu kerja insulin, sehingga keduanya sering terjadi bersamaan sebagai akibat gaya hidup tidak sehat seperti kurang gerak dan makan tidak sehat.

Hubungan Obesitas dan Sindrom Metabolik :
-Sebab-Akibat: Obesitas, terutama lemak di perut, menyebabkan resistensi insulin (tubuh sulit menggunakan insulin), yang memicu serangkaian masalah metabolik lainnya.
-Peradangan Kronis : Obesitas melibatkan peradangan kronis pada jaringan lemak, yang mengganggu fungsi normal tubuh dan memicu sindrom metabolik.
Komponen Sindrom Metabolik (Diagnosis jika memiliki 3 dari 5 kondisi ini):
-Obesitas Perut: Lingkar pinggang besar (pria > 102 cm, wanita > 88 cm, atau batas Asia berbeda).
-Tekanan Darah Tinggi: Tekanan sistolik > 130 mmHg atau diastolik > 85 mmHg.
-Gula Darah Puasa Tinggi: Glukosa darah puasa ≥ 100 mg/dL.
-Trigliserida Tinggi: Trigliserida ≥ 150 mg/dL.
-Kolesterol HDL Rendah: HDL < 40 mg/dL (pria) atau < 50 mg/dL (wanita).
Penyebab & Faktor Risiko Lain :
-Gaya hidup tidak aktif (sedenter).
-Diet tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan.
-Kurang tidur.
-Bertambahnya usia.
Penanganan & Pencegahan (Perubahan Gaya Hidup):
-Diet Sehat: Tingkatkan serat (buah, sayur, biji-bijian), omega-3, dan kurangi gula, garam, lemak trans.
-Aktivitas Fisik: Minimal 150 menit intensitas sedang per minggu (jalan cepat, bersepeda).
-Menurunkan Berat Badan: Mencapai berat badan ideal penting untuk memperbaiki sindrom ini.
-Hindari Rokok & Alkohol: Hentikan merokok dan batasi alkohol.
Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi gula darah dan tekanan darah.
(humiw)
Leave a Reply