𝗞𝗘 𝗣𝗦𝗜𝗞𝗢𝗟𝗢𝗚 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗞𝗘 𝗣𝗦𝗜𝗞𝗜𝗔𝗧𝗘𝗥 … ?
Sebagian masyarakat umum seringkali dibuat bingung ketika harus memilih psikolog atau psikiater ketika mendapatkan masalah mental dan harus meminta pertolongan.

1. 𝗞𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗸𝗲 𝗣𝘀𝗶𝗸𝗼𝗹𝗼𝗴 ?
𝗗𝗶𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗶 𝗽𝘀𝗶𝗸𝗼𝗹𝗼𝗴 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗔𝗻𝗱𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝘀𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗽𝘀𝗶𝗸𝗼𝘁𝗲𝗿𝗮𝗽𝗶, ketika mengalami sebagai berikut :
• 𝙎𝙩𝙧𝙚𝙨 𝙧𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜, akibat pekerjaan, sekolah, atau masalah keluarga.
• 𝙆𝙚𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡𝙤𝙡𝙖 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞, mudah cemas, sedih, atau merasa kewalahan.
• 𝙈𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 sosial atau sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.
• 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙖𝙡𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙩𝙧𝙖𝙪𝙢𝙖𝙩𝙞𝙨, atau berduka yang sulit diatasi sendiri.
• 𝘽𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙖𝙨𝙚𝙨𝙢𝙚𝙣 𝙥𝙨𝙞𝙠𝙤𝙡𝙤𝙜𝙞, seperti tes kecerdasan, minat bakat, atau kepribadian.
** Catatan : Psikolog tidak berwenang meresepkan obat.
2. 𝗞𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗸𝗲 𝗣𝘀𝗶𝗸𝗶𝗮𝘁𝗲𝗿 ?
𝗔𝗻𝗱𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗶 𝗽𝘀𝗶𝗸𝗶𝗮𝘁𝗲𝗿 (𝗱𝗼𝗸𝘁𝗲𝗿 𝘀𝗽𝗲𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀 𝗸𝗲𝗱𝗼𝗸𝘁𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗷𝗶𝘄𝗮) 𝗷𝗶𝗸𝗮 𝗸𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗲𝘃𝗮𝗹𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗺𝗲𝗱𝗶𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗼𝗯𝗮𝘁, ketika mengalami sebagai berikut :
• 𝙂𝙚𝙟𝙖𝙡𝙖 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠 𝙥𝙖𝙧𝙖𝙝, seperti jantung berdebar, sesak, atau gangguan tidur dan makan ekstrem akibat kecemasan/depresi.
• 𝙋𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙨𝙖𝙣𝙖 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙚𝙠𝙨𝙩𝙧𝙚𝙢, atau mood swing yang tidak terkendali (misal pada bipolar).
• 𝘼𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙡𝙪𝙨𝙞𝙣𝙖𝙨𝙞, 𝙙𝙚𝙡𝙪𝙨𝙞, 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙖𝙧𝙖𝙣𝙤𝙞𝙙 (melihat/mendengar sesuatu yang tidak nyata atau curiga berlebihan).
• 𝙋𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙤𝙧𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 hingga percobaan bunuh diri.
• 𝙂𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙡 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩, seperti depresi berat, skizofrenia, ADHD, dan lainnya yang memerlukan stabilisasi kimiawi otak lewat obat.
(disarikan dari berbagai sumber – humiw)
Leave a Reply