ANGGOTA SATPOL PP GUGUR DALAM UPAYA EVAKUASI ODGJ
Sebagai rumah sakit umum dengan unggulan jiwa, yang dulunya adalah rumah sakit jiwa, maka atas nama Civitas Hospitalia RS Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan ( RS Erba ) mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya petugas Satpol PP Pemkap Kebumen , Almarhum M. Faik dalam menjalankan tugas proses evakuasi seorang ODGJ.

Dari kejadian yang tak diinginkan ini, kami sebagai badan pelayanan publik yang melayani kesehatan, terkhusus kesehatan jiwa ingin menggugah kesadaran segenap lapisan masyarakat tentang wawasan kesehatan jiwa.
RS Erba telah melakukan berbagai upaya edukasi dan informasi, baik secara langsung tatap muka maupun menggunakan berbagai media, baik media cetak, surat kabar, media pemberitaan online, radio, maupun televisi untuk berbagi informasi, dan edukasi, serta advokasi terkait berbagai hal mengenai masalah kejiwaan, seperti pengenalan dini gejala kejiwaan, stigma negatif, support system, metode pengobatan, beragam diagnosis, dan lainnya.
Kekurang pahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa, berdampak pada terbentuknya stigma negatif pada masalah kesehatan yang satu ini. Stigma negatif tertuju baik pada penderitanya, penyakitnya, bahkan pada faskes pelayanan psikiatri/kedokteran jiwa. Stigma negatif akan mengakibatkan masyarakat salah dalam bersikap pada si penderita masalah/gangguan kejiwaan, yang berupa tindakan menjauhi, penghakiman negatif, pelecehan, diskriminasi dan lainnya. Hal ini seringkali menyebabkan si penderita ( ODMK, ODGJ ) kesulitan/terkendala dalam mendapatkan akses pengobatan yang selayaknya karena yang bersangkutan seringkali menyembunyikan penyakit dan penderitaannya, penolakan atas penyakitnya, begitupun keluarga yang kadang merasa malu jika ada anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa sehingga menyembunyikan si penderita atau enggan mengunjungi faskes kedokteran jiwa, dan tentu saja si penderita tidak mendapatkan pengobatan secara tepat dan layak.
Sebagaimana beberapa penyakit lain, penyakit yang tidak mendapatkan pengobatan secara layak, dan optimal akan cenderung memburuk sejalan dengan karakter penyakitnya. Penyakit jiwa yang memburuk bisa berdampak gangguan produktifitas, kendala hubungan sosial, gangguan fisik ( psikosomatis ), kegagalan study/karir, perceraian, kematian akibat bunuh diri, atau perilaku kekerasan yang bisa berdampak fatal bagi lingkungan sebagaimana berita viral yang terkait dengan lampiran dalam postingan ini.
Penyakit jiwa bisa diobati dengan hasil yang cukup baik tergantung jenis, gejala, dan tinggkat keparahannya. Pasien bisa dipulihkan, kembali produktif, mampu menjalankan peran dan fungsi sosialnya, sehingga harkat martabat kemanusiaan yan ia miliki bisa dipulihkan, dan semuanya tak lepas dari niat baik, kepedulian, wawasan kesehatan dan dukungan dari keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan, karena bagaimanapun si penderita gangguan jiwa adalah salah satu bagian dari anggota masyarakat yang hidup, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.
(humiw)
Leave a Reply