๐๐ ๐ฃ๐๐๐ ๐๐ก๐ง๐๐ฆ๐ ๐ฃ๐๐ก๐๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ฃ๐๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐ก ๐๐๐ฆ๐๐๐๐ง๐๐ก ๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐จ๐ก๐๐๐ก ๐ฅ๐ฆ ๐๐ฅ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฅ
———————————————————————————————————————————————
Oleh : LIA NOPIANTI (PO7124226104) – Mahasiswa Politeknik Kesehatan Palembang Jurusan Kebidanan – Program Studi Kebidanan – Program Sarjana Terapan – Lokus Palembang
Dosen Pengampu : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd
๐. ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต๐๐น๐๐ฎ๐ป
Pancasila sebagai dasar negara dengan nilai karakter yang sangat besar sehingga dapat digunakan sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan bangsa. Bentuk penerapan nilai pancasila salah satunya pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Pancasila merupakan landasan dari segala sesuatu yang dilakukan bangsa dan dijadikan ideologi bagi bangsa Indonesia. Pancasila juga menjadi pemersatu bangsa yang sudah jelas beraneka ragam suku,ras,golongan,bahasa,dan agama dari Sabang hingga Merauke. Pancasila dalam pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan sistem kesehatan nasional yang adil, inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Setiap sila Pancasila terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan etika profesi, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan integritas dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan.

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam sistem pelayanan kesehatan nasional menunjukkan peran penting ideologi bangsa sebagai fondasi moral, etika, dan sosial yang memperkuat kualitas serta keadilan layanan kesehatan di Indonesia. Dimulai dari penguatan spiritualitas dan penghormatan terhadap nilai Ketuhanan sila pertama, pelayanan kesehatan empati, keikhlasan, dan toleransi antaragama yang tercermin dalam praktik medis yang inklusif. Selanjutnya, nilai kemanusiaan sila kedua menjadi dasar profesionalisme yang humanis, di mana pasien diperlakukan dengan penghargaan terhadap martabat dan hak-haknya. Nilai persatuan sila ketiga memupuk semangat solidaritas dan gotong royong antarpihak, baik tenaga kesehatan, pasien, maupun masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan secara kolektif. Sementara itu, prinsip musyawarah sila keempat mendorong penyusunan kebijakan kesehatan yang partisipatif dan demokratis, menjamin keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan. Terakhir, sila kelima tentang keadilan sosial menggaris bawahi pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi Dalam kehidupan masyarakat, ada satu cara untuk mewujudkanya diantaranya melalui pelayanan kesehatan oleh seluruh tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit. Kita semua tahu bahwa kesehatan adalah pokok bagi manusia, peran tenaga kesehatan menjadi ujung tombak dalam menyukseskan tercapainya kesehatan nasional. Tenaga kesehatan masyarakat sebagai lapis pertama dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat sudah selayaknya memiliki kompetensi dasar yang memadai dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan.
Derajat kesehatan masyarakat di suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan sarana kesehatan. Sarana kesehatan terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan upaya kesehatan bersumber daya. Peningkatan pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan harus dilakukan karena saat ini masih kurangnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang kurang baik, sebagai contoh yaitu kasus lambatnya sistem pendaftaran rumah sakit yang membuat penumpukan pasien. Kita sebagai administrator kesehatan sudah seharusnya dan selayaknya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat terutama pada bagian pendaftaran demi tercapainya kesehatan dan kenyamanan yang baik. Oleh sebab itu implementasi dari nilai-nilai Pancasila yang sudah kita ketahui tersebut harus kita jadikan landasan dalam memutuskan dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat demi tercapainya kesehatan Indonesia yang lebih baik.
๐๐. ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ป
Implementasi Pancasila di RS Ernaldi Bahar sebagai rumah sakit dengan program unggulan pelayanan pasien kejiwaan mencakup pemberian layanan kesehatan mental yang manusiawi, adil, dan tidak diskriminatif berdasarkan nilai-nilai kelima sila pancasila.
1. ๐๐ช๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข : Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila sebagai dasar negara dengan nilai karakter yang sangat besar sehingga dapat digunakan sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan bangsa. Bentuk penerapan nilai pancasila salah satunya pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan negara.
Implementasi sila kesatu antara lain:
โขMenyediakan fasilitas ibadah yang layak dan mudah diakses bagi pasien, keluarga pasien, serta pegawai rumah sakit.
โขTenaga kesehatan mendoakan kesembuhan pasien dan memberikan dukungan moral atau spiritual sesuai agama yang dianut pasien.
โขMenjaga kerahasiaan medis pasien sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
โขMemfasilitasi pasien gangguan jiwa untuk beribadah sesuai keyakinan mereka, jika kondisi mereka memungkinkan.
2. ๐๐ช๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Nilai kemanusiaan menjadi dasar dalam pelayanan rumah sakit. Setiap tenaga medis dan non-medis harus memperlakukan pasien dengan penuh kasih sayang, menghargai martabat manusia, serta menjaga medis pasien. Pelayanan diberikan dengan adil tanpa diskriminasi atas dasar suku, agama, ras, gender atau status sosial.
Implementasi sila kedua antara lain:
โขMemberikan pelayanan medis secara ramah, penuh empati, dan manusiawi tanpa memandang status sosial.
โขMemperlakukan pasien dengan penuh rasa hormat, dan kasih sayang tanpa memandang stigma gangguan jiwa.
โขMemperlakukan setiap pasien dengan setara, mendengarkan keluhan mereka, dan serta menghormati hak pasien secara bermartabat.
โขMenjaga hak asasi pasien, seperti memberikan perlindungan dari kekerasan atau pengabaian selama perawatan.
3. ๐๐ช๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ต๐ช๐จ๐ข : Persatuan Indonesia
Di lingkungan rumah sakit, semangat persatuan diwujudkan dalam kerja sama antarprofesi. Semua elemen berkerja sama untuk tujuan yang sama, yaitu keselamatan dan kesembuhan pasien. Persatuan juga tampak dalam sikap saling menghargai perbedaan latar belakang antarpegawai.
Implementasi sila ketiga antara lain:
โขMembangun kerja sama yang baik dan harmonis antarprofesi kesehatan (psikiater, dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga administrasi, dan staf penunjang) dalam merawat pasien
โขMelayani pasien dari berbagai latar belakang suku, ras, dan budaya tanpa diskriminasi untuk menciptakan rasa persatuan.
โขMenciptakan lingkungan rehabilitasi yang rukun dan mendukung antarpasien dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
4. ๐๐ช๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Di rumah sakit, nilai demokrasi dan musyawarah diterapkan dalam pengambilan keputusan, baik pada tingkat manajemen maupun tim pelayanan. Setiap pegawai memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan ide secara bijaksana demi perbaikan mutu pelayanan kesehatan.
Implementasi sila keempat antara lain:
โขMengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam mengambil keputusan medis yang melibatkan keluarga pasien (seperti tindakan operasi atau penanganan khusus).
โขMenyelesaikan kendala atau keluhan pasien melalui dialog terbuka dan jalur komunikasi yang bijak
5. ๐๐ช๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Penerapan sila kelima terlihat dalam upaya memberikan pelayanan kesehtan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Rumah sakit berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada pasien dari berbagai kalangan termasuk masyarakat kurang mampu, dengan tetap menjunjung mutu dan profesionalisme.
Implementasi sila kelima antara lain:
โขMemberikan akses layanan kesehatan yang merata dan adil bagi setiap pasien tanpa membedakan status ekonomi.
โขTidak membedakan fasilitas atau mutu perawatan antara satu pasien dan pasien lainnya berdasarkan kekayaan atau jabatan.
โขMemastikan hak rehabilitasi sosial diberikan secara adil agar pasien dapat kembali mandiri di tengah masyarakat.
๐๐๐. ๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Penerapan nilai-nilai Pancasila di tempat kerja rumah sakit menjadi fondasi moral dan etika bagi seluruh tenaga kesehatan serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan nasional. Dengan menanamkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan, rumah sakit dapat menjadi tempat kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada kemanusiaan. Hal ini bukan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap dunia pelayanan kesehatan.
Dalam menajalankan tugas sebagai tenaga kesehatan, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Bukan semata-mata hanya karena materi, dan adanya ketulusan melayani tanpa membeda-bedakan satu sama lain sebagai implementasi dari sila yang terkandung dalam Pancasila.
(humiw)
Leave a Reply